selamat datang

SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DESA KUDUR | Media Berbagi Informasi Pemerintahan dan Desa

Selasa, 03 Februari 2015

APOTIK HIDUP DI SD NEGERI KUDUR

Suasana ramai di pagi hari menghiasi kegiatan penanaman apotek hidup di SD Negeri Kudur. Para siswa-siswi tampak bersemangat dan antusias karena kegiatan ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar atas kerjasama antara pihak guru dan siswa kelas IV, V dan VI yang turut serta membawa bibit-bibit tanaman apotek hidup dan melakukan penanaman bersama-sama.
Apotek hidup ini ditanam di halaman belakang sekolah, yang mana lokasi tersebut dipilih karena tempatnya yang strategis. Jenis-jenis tanaman apotek hidup yang ditanam berupa temulawak, jahe, kunyit, kunci, lengkuas, serai, kumis kucing, binahong, bawang merah, bawang putih, lidah buaya, pacar air, mengkudu dll. 

Dari kegiatan ini diharapkan memberikan banyak wawasan kepada siswa-siswi tentang manfaat penanaman apotek hidup, macam-macam tanaman apotek hidup berserta kegunaannya bagi kesehatan dan memunculkan rasa tanggung jawab untuk merawat dan menjaganya agar tumbuh dengan subur.

PENCERDASAN ANAK BANGSA DI SD NEGERI KUDUR



     Kedatangan mahasiswa – mahasiswi KKN TIM 1 UNDIP pada hari Selasa dan Rabu, 20-21 Januari 201 membuat siswa-siswi SD Negeri Kudur merasakan yang nuansa yang berbeda dengan biasanya. Hari itu, kesembilan mahasiswa/i dari berbagai Fakultas di Universitas Diponegoro yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Kudur, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati menjalankan beberapa program kerja yang dilaksanakan sesuai dengan bidang ilmu yang mereka dalami.
            Ketiga mahasiswi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat misalnya, yang peduli terhadap kesehatan siswa/i SD Negeri Kudur yang kerap membeli jajanan di sembarang tempat, mereka mensosialisasikan mengenai bahaya yang ditimbulkan dari makan-makanan tersebut. Selain itu, para siswa/i juga diajak untuk mencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah yang cukup tinggi di Desa Kudur.
            Penduduk Desa Kudur yang sebagian besar adalah masyarakat asli Jawa, memiliki rumah berbentuk rumah joglo. Mahasiswa/i dari jurusan Teknik Arsitektur yang ditugaskan, memiliki tujuan untuk mengenalkan siswa/i dengan nenek moyang mereka supaya lebih cinta budaya dan adat mereka sendiri. Siswa/i dikenalkan lebih dalam mengenai pengetahuan mengenai rumah joglo, rumah yang diciptakan nenek moyang mereka.
            Sebagai sentuhan terakhir, siswa/i SD Negeri Kudur dibuat takjub dengan pengenalan dunia bawah laut, dan pemaparan mengenai kandungan gizi pada ikan oleh mahasiswa/i dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.


            Antusiasme yang begitu besar diperlihatkan oleh siswa/i SD Negeri Kudur terbukti dari keaktifan mereka saat penyampaian materi oleh rekan-rekan mahasiswa. Dengan dilaksanakannya program pencerdasan di satu-satunya sekolah dasar di Desa Kudur, diharapkan semua informasi dan pengetahuan baru yang diberikan oleh teman-teman mahasiswa dapat diterima dan menjadi sebuah wawasan baru sebagai acuan siswa/i di SD Negeri Kudur supaya dapat lebih berkembang lagi dan memberikan pengaruh yang positif terhadap siswa-siswanya.

KARAWITAN SENI DAN SILATURAHMI DESA KUDUR


Paduan suara gamelan, gendhang dan alat musik karawitan lainnya memecah keheningan malam di Desa Kudur. Seni karawitan di Kudur merupakan kesenian yang diturunkan dan telah dirintis beberapa tahun yang lalu. Kegiatan ini dilakukan setiap hari selasa, kamis, dan minggu malam dari pukul 20.30 - 24.00 WIB di Balai Desa Kudur.
Karawitan di Desa Kudur dipelopori oleh Pak Bowo yang berprofesi sebagai seorang Dalang ini, terdiri dari 14 orang bapak-bapak pemain alat musik dan 1-2 orang sinden. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap seni, 
 Kegiatan ini sangat didukung oleh Kepala Desa, karena dapat mengembangkan kemampuan dan kreatifitas Desa Kudur dibidang kesenian. Selain pelastarian budaya Jawa, kelompok kesenian karawitan ini mermberikan nilai tambah dibidang ekonomi. Maka kelompok kesenian karawitan tersebut perlu dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya.